Tuesday, July 3, 2012

Filled Under:

Tipe-Tipe Mahasiwa Unggul

7:54 AM

          Kampus, sebuah laboratorium tempat sivitas akademika (baca : mahasiswa) bereksperimen dan bertransformasi menjadi pribadi yang unggul. Banyaknya variabel yang bisa dimainkan, membuat profil mahasiswa pun menjadi beragam. Walaupun tidak mewakili semua, secara umum mahasiswa terbagi dalam beberapa kategori jenis keunggulan.
mahasiswaTipe pertama adalah mahasiswa dengan prestasi akademik yang unggul(academic excellence student). Mahasiswa tipe ini biasanya memiliki indeks prestasi kumulatif lebih dari 3.5 (cumlaude) dan lulus dengan waktu yang cepat, menjadi asisten mata kuliah atau praktikum, penelitian maupun proyek dosen, hingga mewakili kampusnya dalam berbagai kompetisi ilmiah nasional dan internasional. Muhammad Khoiruddin Rajulaini dari Teknik Industri Undip danEva Dwi Mayrani dari Ilmu Keperawatan Undip adalah contoh dari tipe mahasiswa ini. Keduanya yang merupakan mahasiswa penerima beastudi etos angkatan 2009 ini, ber-IPK cumlaude serta pernah mendapat IP sempurna 4.   Tidak hanya itu, mereka pun banyak mengharumkan kampus mereka dengan menorehkan prestasi dalam kompetisi akademik, seperti Rajulaini yang menjadi mahasiswa berprestasi (Mawapres) Undip 2012 atau Eva yang berhasil mendapatkan peringkat 1 nasional dalam nursing skill competition yang baru saja digelar. Selama kuliah, dosen cenderung bersimpati dengan mahasiswa berprestasi akademik baik. Setelah lulus, IPK tinggi plus surat rekomendasi dosen, bisa menjadi daya tawar untuk meraih beasiswa pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Tipe kedua adalah mahasiswa dengan aktivitas dan keterampilan organisasi  yang luar biasa (organizational excellence student). Mahasiswa jenis ini menginvestasikan sebagian besar waktunya terjun aktif dalam berbagai kegiatan kemahasiswaan. Tipe mahasiswa ini dipastikan update beberapa isu hangat lokal, nasional maupun internasional. Beragamnya organisasi  di kampus menjadi tempat yang sesuai untuk membangun jaringan, meningkatkansoftkill, meningkatkan kapasitas diri dan mempertajam spesialisasi bahkan mengembangkan kemampuan diri di luar bidang ilmu yang sedang dipelajari. Mahasiswa yang tergolong dalam kelompok kedua ini akan lebih supel dalam bergaul. Punya banyak teman lintas batas, meliputi antar-jurusan, antar-angkatan, antar universitas, hingga alumni, pejabat hingga pengusaha. Siti Aminah Yendi dan Verra Okti Purwananti yang berasal dari Fakultas Peternakan dan Pertanian Undip ini merupakan contoh dari tipe mahasiswa yang kedua. Mahasiswa yang juga penerima beastudi etos 2009 ini sangat all out  dalam organisasi mahasiswa yang digeluti. Luar biasanya, Yendi yang totalitas di UKM Racana Undip sebagai pemangku adat dan Verra sebagai Ketua BEM Fakultas ini juga merupakan para finalis Kompetisi Mahasiswa Berprestasi Undip.
Tipe ketiga adalah mahasiswa yang mandiri secara finansial (financially independent excellence student). Menempuh pendidikan di perguruan tinggi dengan penghasilan sendiri tanpa “disubsidi” oleh orang tua atau keluarga. Penghasilan mereka bervariasi mulai dari ratusan ribu hingga puluhan juta rupiah! Ada dua jenis mahasiswa tergolong tipe ini yakni (1) mereka yang senang berwirausaha dan (2) mereka yang suka bekerja. Banyak mahasiswa terbukti “born to sell”, memiliki sense bisnis yang kuat. Berbisnis gerai makanan, cinderamata, jasa laundry dan sebagainya. Atau memanfaatkan keahlian untuk mendapatkan penghasilan. Bagi mahasiswa tipe ketiga ini, kuliah sambil mencari uang memberi pengalaman yang berharga sekaligus mendewasakan.Listia Prasanti, mahasiswa Psikologi Undip dan Purwoyo, mahasiswa teknik kimia Undip adalah sebagian dari mahasiswa bertipe tiga. Listia yang selain aktif sebagai senat mahasiswa fakultas psikologi ini juga seorang internet marketer pengelola business online maupun bisnis yang lain. Demikian juga purwoyo, senat mahasiswa universitas ini sangat handal di bidang edukasi sebagai guru privat pelajar sekolah, tidak sedikit siswa yang mempunyai prestasi akademik sangat bagus setelah mendapatkan bimbingan dan arahan darinya. Kedua mahasiswa yang bisa mendapat penghasilan jutaan perbulan ini juga merupakan penerima beastudi etos Semarang 2009.
Selain ketiga tipe mahasiswa tersebut, ada juga tipe keempat yaitu mahasiswa yang  unggul dalam spesialisasi keahlian tertentu baik sejalan dengan disiplin ilmu maupun di luar bidang akademiknya (Spesialized Student). Sebut saja misalnya Puji Norbawa, ketua 1 senat KM Undip dan juga finalis mawapres Undip ini merupakan mahasiswa FPIK Undip yang unggul dalam penelitian khususnya yang menyangkut dengan microalgae. Kabarnya penelitiannya menuai banyak apresiasi dari kalangan dosen bahkan ada dosen yang membawa produk risetnya untuk dianalisis lanjutan di Perancis. Ada jugaKhaerudin, mahasiswa Teknik Sipil Undip ini ahli dalam desain grafis dan menguasai banyak software computer yang berkaitan dengan bidang ini. Keahliannya membuatnya sering diundang dalam acara pelatihan mahasiswa dan juga menjadi penerima hibah Program Mahasiswa Wirausaha dibidangcreativepreneur. Ada juga yang unggul dalam writing skil, seperti Ahmad Zakaria, mahasiswa Teknik Elektro Undip yang berhasil memenangkan banyak kompetisi menulis diantarnya juara 1 esai INDEGENUS Unsoed dan juara 2 menulis esai HIFEST UI. Mahasiswa yang unggul dalam bidang elektronika pun juga ada, seperti mahasiswa yang akrab dipanggil Noor Cahyo. Walaupun kuliah di Teknik Mesin Undip bukan Teknik Elektro, tetapi tidak menghambatnya dalam membuat banyak alat elektronika hasil rakitan sendiri dan memperbaiki banyak alat elektronika yang rusak. Kesemuanya yang merupakan penerima beastudi etos ini senantiasa mengasah keahlian dalam bidang yang ditekuninya setiap hari sampai sekarang.
Terakhir adalah tipe kelima adalah tipe mahasiswa ideal yang seimbang bahkan unggul dalam keempat bidang tersebut sekaligus (balanced and excellence student). Meraka adalah yang mempunyai prestasi akademik di atas rata-rata, luar biasa dalam organisasi, sukses secara ekonomi dan memiliki spesialisasi keahlian khusus pula. Tipe mahasiswa seperti ini memang cukup langka tapi bukan berarti tidak bisa. Hanya mahasiswa yang sangat disiplin, kerja keras dan mempunyai kemampuan manajerial aktivitas yang baiklah yang bisa memenuhi kualifikasi ini.
Pertanyaannya sekarang, Anda ingin menjadi tipe mahasiswa yang mana? Tentu saja hal ini tergantung pada seberapa keras usaha Anda untuk mewujudkannya.